Wednesday, December 27, 2017

Panduan Memilih ICO (Initial Coin Offering)

ICO (Initial Public Offering) merupakan tahap fundraising setelah pre-ICO dengan penawaran harga token lebih murah dan biasanya disertai bonus. Bayangkan kalau Anda dulu beli 100 ethereum saar ICO di harga $0.5 lalu saat ini harganya $739. Berapa keuntungan sekarang? Kalikan sendiri. Menurut Ian Balina, saat ini setiap hari bermunculan sekitar 40 startup yang menerbitkan ICO namun sayangnya sebagian besar adalah SCAM.  Lalu bagaimana caranya memilih ICO yang baik? Berikut beberapa poin sebagai bahan evaluasi.





1. Thread Bitcointalk.org
Proyek ICO mempunyai thread khusus announcement (ANN) di Bitcointalk.org yang merupakan forum terbesar cryptocurrency saat ini. Baca dengan teliti informasi ICO dengan teliti dan jika ada pertanyaan bisa langsung membalas thread resminya.

2. Tampilan Website
Website harus memiliki tampilan profesional berisi segala informasi mengenai ICO yang dibutuhkan seperti countdown, harga token, bonus, press release, media partners, kelebihan, roadmap, team, jenis teknologi, komunitas dan sebagainya. Secara psikologi biasanya website ICO dominan berwarna biru untuk menarik kepercayaan calon investor. Itulah sebabnya kebanyakan situs user-oriented sekarang dominan berwarna biru seperti facebook, twitter, linkedin, dll.

3. Liputan Media
ICO yang serius membayar media untuk press release. Semakin banyak liputan media menandakan proyek ICO dikenal luas. Pilihlah proyek yang diliput oleh media besar seperti Forbes, INC, dan Yahoo! Finance. Saya pribadi memilih ICO yang mendapatkan liputan media dengan cara paid press release dan free report (free mention).

4. White Paper
White paper adalah dokumen yang berisi informasi proyek secara lengkap mulai dari ide proyek, team, roadmap, infrastruktr, analisis SWOT, dan informasi bersifat tehnikal lainnya. Informasi yang diberikan harus jelas sedetail-detailmya dan tidak boleh mengambang. Tapi masalahnya adalah di antara sekian puluhan ico apa kita ada waktu membaca white paper? ICO yang baik biasanya mempunyai versi light white paper terdiri beberapa halaman saja .

5. Team
Kesuksesan proyek tergantung dari komposisi teamnya. Evaluasilah profil singkat dari setiap orang di managemen intinya. Jangan memilih ICO yang teamnya tidak mempunya profile linkedin. Team yang baik paling tidak sudah mempunyai proyek sukses sebelumnya misalnya pendiri EOS Dan Larimer sukses membangun Steem dan BitShares.

6. Roadmap
Roadmap adalah garis besar planning proyek di masa depan. Jika sebuah proyek memiliki roadmap dalam rentang waktu singkat hitungan bulan sebaiknya Anda berhati-hati. Proyek yang baik memiliki visi jangka panjang.

7. Evaluasi Token
Tahap selanjutnya yaitu mengevaluasi token ICO. Di antara kita ada yang belum bisa membedakan antara token dengan cryptocurrency? Walaupun sebenarnya hampir mirip yang membedakan hanyalah fungsinya. Token berfungsi sebagai representasi dari sebuah asset dalam bentuk satuan yang ditawarkan kepada calon investor. Token terdiri dari tiga jenis yaitu equity token, security token, dan utility token.

a. Equity token adalah token yang menawakan hak kepemilikan saham sehingga bisa juga memberikan hak voting atau duduk di dewan (board)
b. Security token adalah bentuk lain dari equity token yang bisa ditradingkan. Sebagian besar token adalah security token
c. Utility token atau app coin/app token adalah token yang memberikan akses kepada pemegangnya (token holder) misalnya Filecoin yang memberikan layanan cloud storage kepada pemegangnya.

8. Komunitas
Semakin besar komunitas sebuah ICO semakin besar potensial %ROI yang diberikan. Pilihlah ICO yang memiliki member aktif paling tidak 5k di group Telegram resminya.

9. Iklan dan Review
Jangan sepelekan ICO yang iklan dan reviewnnya dimana-mana terutama di Youtube! Kenapa? Beriklan seperti di Google Adwords biayanya sangat mahal! ICO yang iklannya dimana-mana patut Anda pertimbangkan karena bisa jadi perusahaan sangat serius dengan proyeknya.

10. Sektor
Trend sektor cryptocurrency saat ini didominasi oleh finance dan blockchain. Sektor finance dan blockchain membutuhkan satu sama lain untuk membangun ecosystem yang lebih besar dan beragam di masa depan. Finance adalah fuelnya sedangkan blockchainya adalah kendaraanya. Kita semua adalah penumpangnya. Anda bisa berinvestasi di sektor ini tapi tidak ada juga paksaan memilih sektor lain seperti komunikasi, kendaraan dan sebagainya selama analisis SWOT-nya bagus.

Sebagai kesimpulan, berinvesitasi di ICO bisa sangat menguntungkan tapi juga merugikan kalau tidak tahu mengevaluasi sebuah ICO. Awal tahun 2018 bisa dibilang tahunnya ICO jadi jangan cuman trading sampai mata merah kepala pusing pantengin chart.  Sebagai Muslim, kewajiban saya mengingatkan saudara Muslim saya untuk tidak memilih ICO yang ada unsur ribanya.

Artikel ini bisa juga di baca di Bitcointalk.