• Please, follow me in Twitter

Friday, May 7, 2010

Perkembangan Sains Modern

Pada dasarnya, fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mengkaji perilaku alam dan penyebabnya dengan rentang ukuran yang mahalebar (mulai dari yang paling kecil yakni atom sampai dengan jagat raya dalam ukuran kosmologis). Di dalam fisika, penyelidikan mengenai perilaku alam ini terkait dengan hal-hal yang pada mulanya merupakan pertanyaan-pertanyaan metafisika, ontologi dan epistemologi. Dalam hal ini, fisika semakin berkembang di atas gagasan Francis Bacon yang menekankan bahwa kesahihan dan nilai pengetahuan terletak di dalam penerapan praktis dan kegunaannya. Melalui pernyataan tersebut, Francis Bacon (1521-1626) membuka jalan bagi berkembangnya ilmu-ilmu empiris pada abad 16. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan (khususnya fisika) menjadi mungkin setelah Descartes berhasil menggagas ide mengenai alam yang mekanistik. Gagasannya mengenai alam ini didasarkan pada pemisahan mendasar atas dua wilayah yang independen, yakni wilayah pikiran (res cogitans) dan wilayah materi (res extensa). Pembagian semacam ini memungkinkan para ilmuwan memperlakukan materi sebagai barang mati dan terpisah sama sekali dari diri mereka, dan melihat dunia material sebagai kumpulan objek berbeda yang dirakit menjadi suatu mesin besar. Pada Descartes, alam beserta hukum-hukumnya sesudah diciptakan Tuhan berjalan sendiri seperti sebuah jam raksasa yang memperoleh intepretasi matematik dari karya Galileo, dan penjelasan hukum-hukumnya melalui teori universal gravitasi Newton.

Ada terminologi yang digunakan untuk melihat perkembangan fisika seturut dengan perkembangan gagasan. Fisika yang berkembang sejak era Descartes, Newton sampai dengan akhir abad -19 dinamakan fisika klasik. Para ahli fisika memakai istilah fisika modern untuk fisika abad ke -20, yang lahir sebentar sebelum abad ke-19. Fisika Modern ini ditandai dengan penemuan teori relativitas dan teori kuantum. Berikut ini, pembahasan akan difokuskan pada permasalahan fisika klasik yakni tentang hegemoni paradigma Cartesian-Newtonian beserta efek yang ditimbulkannya.