Tuesday, January 14, 2020

Refleksi Diri di Usia Menjelang 30 Tahun

Saya adalah orang dengan tipe tidak suka mengenang masa lalu karena terus terang sangat menyedihkan penuh dengan bully dan kebodohan diri saya sendiri. Bahkan pernah beberapa kali terpikirkan mau bunuh diri. Tidak malu saya akui akibat dari bully itu saya menjadi stres, mengidap GERD, anxiety dan trauma hingga merasa diri sempurna. Saya coba melawan penyakit seperti ini tapi entah kenapa saya selalu merasa ini normal dan "alami" muncul begitu saja. Belum lagi saya pernah mengidap penyakit yang cukup serius dan entah sudah 100% sembuh setelah 1 tahun pengobatan.

Sudah banyak yang bilang saya gila mulai dari keluarga, tetangga dan teman sendiri. I am all alone, saya hanya memiliki beberapa teman. Lebih tepatnya saya tidak punya teman sama sekali. Saya sudah menjadi pribadi yang sangat tertutup. Bahkan mengangkat telepon dari siapan pun saya merasa cemas tidak karuan. Entah di level mana saya sudah mejadi anti sosial akut.

Kini usia saya akan menginjak 30 tahun di bulan April nanti. Dalam diri bertanya: usia segini tuanya apa yang sudah saya lakukan? Pencapaian apa yang sudah saya raih 30 tahun terakhir ini? Sudahkah saya membanggakan orang tua saya?

Tentu saja jawaban yang muncul di lubuk hati saya paling dalam adalah PENYESALAN dengan sedikit rasa bersyukur. Saya takut di usia cukup tua ini saya takut tiba-tiba meninggal tanpa memberikan kesan berarti. Atau apa saya terlalu berlebihan?

Apa yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah mengumpulkan energi positif kembali menyambung hidup. Berjuang memperbaiki diri sendiri agar bisa diterima di masyarakat.