• Please, follow me in Twitter

Tuesday, November 12, 2013

Pertemuan Kedua Mengajar Anak Miskin

Hari Minggu (10/11) kemarin saya mengajar Bahasa Inggris di sekolah yang dibangun oleh teman-teman di UKM. Jangan membayangkan model sekolah ini seperti model sekolah pada umumnya dengan fasilitasnya yang lengkap karena sekolah ini sebenarnya khusus buat anak miskin dan anak yatim dengan fasilitas seadanya saja.

Seperti biasa pertemuan diadakan mulai pukul 9 pagi, jadi sebelum masuk mengajar saya sudah bergegas. Perjalanan menuju ke tempat mengajar memakan waktu yang agak lama karena saya agak lupa lagi jalannya – wajar karena setiap volunteer diberi kesempatan sekali mengajar setiap bulan jadi saya lupa.

Akhirnya sampai, tapi tidak ada satu pun anak dengan buku catatannya dan pulpennya duduk manis bersiap-siap menerima pelajaran sampai akhirnya ada seorang anak bertanya apa saya yang akan mengajar. Saya suruh saja anak itu memanggil teman-temannya.

Mereka akhirnya berkumpul walaupun bertambah sedikit dibanding waktu saya mengajar pertama kalinya dan…. tetap saja mereka tidak bisa diatur dan sangat-sangat ribut minta ampun. Keributan bertambah parah waktu saya membagikan permen gratis tujuannya supaya mereka lebih termotivasi belajar.

Sesi pengajaran akhirnya selesai, mereka saya persilahkan pulang tapi tak ada satupun yang mau memungut pembungkus permennya. Annoying memang, tapi begitu lah anak-anak. Masih perlu diajari cara bertanggung dari orang tuanya.