Friday, September 21, 2012

Ciri-ciri Sastra Populer

Credit:Tumblr
Sastra populer (pop) adalah jenis karya sastra yang terkenal pada eranya saja dan umumnya jenis karya ini muncul untuk tujuan komersial semata. Sastra populer kira-kira muncul pertama kali pada tahun 70-an di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan China. Hal ini dikarenakan kemajuan negara-negara tersebut berbanding lurus dengan industri kreativitasnya khususnya dalam bidang sastra. Adapun ciri-ciri sastra populer sebagai berikut.

1. Tidak terlalu serius. Isi karya-karya sastra populer tidaklah terlalu serius seperti halnya karya sastra di era balai pustaka sebut saja Siti Noerbaja, Mencuri Anak Perawan, Tenggelamnya Kapal Var Der Wijk dan sebagainya.Salah satu jenis karya sastra populer yang tidak serius yakni teenlit yang berisi kisah-kisah percintaan remaja.

2. Banyak dikritik. Dosen Sastra Inggris saya di Unhas yang pernah kuliah di Amerika pernah mengatakan bahwa di Amerika jika sebuah karya sastra (seperti novel) tidak dikritik habis-habisan oleh kritikus sastra maka bisa dipastikan bahwa karya tersebut tidak akan laku. Hal ini berarti bahwa untuk menaikkan popularitas sebuah karya sastra diperlukan banyak kritikan baik positif dan bahkan negatif karena hal ini akan memancing curiosity of public untuk membeli karya sastra tersebut.

3. Komersial. Sastra populer cenderung dibuat untuk mendapatkan keuntungan dari penjualannya saja. Oleh karena itu, sastra populer sama sekali tidak menampilkan hakikat karya sastra itu sendiri melainkan hanya mengejar untung saja. Hakikat karya sastra yang dimaksud disini seperti pesan moral yang bisa disampaikan ke masyarakat, refleksi sosial budaya dan sebagainya.

4. Situational. Karya-karya sastra populer hanya terkenal sementara saja. Jika ada karya yang muncul setelahnya maka cenderung karya sastra sebelumnya itu akan tenggelam. Itulah sebabnya terkadang film-film yang akan di launching bersamaan dengan film-film lain akan menunda jadwalnya karena dikhawatirkan competitornya akan menarik lebih banyak perhatian publik.

5. Kontemporer. Kontemporer dalam sastra adalah perpaduan berbagai unsur gaya kepenulisan dalam sebuah karya sastra. Dalam hal ini karya sastra bisa berupa perpaduan unsur klasik dan unsur modern seperti halnya film The Gulliver's Travel yang novelnya ditulis pada zaman klasik Inggris namun dimodifikasi dengan kondisi sekarang.

6. Over fictional. Sastra populer saat ini dibuat dengan imajinasi yang sangat tinggi dan jauh dari kesan peristiwa-peristiwa yang lazim terjadi di dunia nyata sebut saja Harry Potter, Chronicle of Narnia, dan sebagainya.

I am also open for anyone who wants to discuss this topic. Gak ada gading yang retak walaupun gisel udah diembat gading marten (lho?), kalo ada yang mau nambahin.... monggooo....