• Please, follow me in Twitter

Sunday, April 24, 2011

Sedikit Hal Tentang Keluarga Besarku

Saya terlahir dari keluarga suku bugis yang cukup kental dengan adatnya dan bagaimana keadaan sosialnya apalagi tentang budaya siri-nya (perasaan malu - mejaga harga diri). Nah, karena budaya siri ini sudah mendarah daging, jangan salah jika ada anggota masyarakat yang tidak bisa menjaga harga dirinya karena melakukan hal yang tidak sepantasnya, dsb, dia akan terekspos habis-habisan di masyarakat dan akhirnya gibah ada dimana-mana.

Kok malah melenceng dari judulnya ya? Hehe... diatas cuma intermesso doang. Oke lanjut....! Ibu saya asli bugis dan ayah saya asli orang luwu. Saya paling dekat dengan keluarga ibu saya so I will tell you several things about my family from my mother side.

Ibu saya punya banyak saudara, gak tau ada berapa. Di dalam keluarga besar and in nuclear family, masalah sudah jadi hal yang biasa. Ketika nenek saya meninggal, harta warisan diperebutin sama anaknya. Memalukan, sampai ada insiden heboh di halaman rumah: duel parang sama saudara sendiri terus ditonton banyak orang. Wuiiihhhh.... seru!

The most memorable moment I remember was when my uncle said to his sibling: "Hey you! Don't you dare hah!? I have pistol in my car!"

Crazy! Harta membutakan paman-paman saya tapi alhamdulillah mereka sudah baekan. Masalah keluarga kok diekspos? Hehe.. soalnya lagi mood nulis topic ini.

To be continued.