• Please, follow me in Twitter

Sunday, March 20, 2011

Mengapa Begadang Menimbulkan Efek Negatif

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ucapan Rhoma Irama dalam lagunya Begadang--"Begadang jangan begadang. Kalau tiada artinya"-- ternyata klop dengan penelitian para ahli kesehatan. Studi terbaru menunjukkan bahwa akibat begadang banyak pola hidup tak sehat yang tak sehat.

Berikut ini pola hidup yang kerap muncul saat melek malam hari:
1. Meningkatkan hasrat mengudap makanan berlemak.
2. Melemahkan antibodi tubuh.
3. Rentan terserang diabetes.
4. Stres meningkat.
5. Memicu rasa gelisah.
6. Tampak lebih tua.
7. Timbul berbagai rasa sakit.
8. Berisiko kanker lebih tinggi.

Pola hidup yang tak sehat itu juga mengganggu kinerja tubuh. Semestinya pada pukul 21.00 sampai pukul 23.00 tubuh bekerja membuat zat-zat beracun. Tapi, akibat begadang itu tak bisa dilakukan. Walhasil, penelitian membuktikan bahwa begadang bisa memicu kanker hati. Inilah jam biologis tubuh yang sehat:

Jam Biologis


Pukul 21.00-23.00: masa pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun di bagian antibodi. Sebaiknya, pada waktu ini bersantai sambil mendengarkan musik, jangan bekerja meskipun pekerjaan ringan.

Pukul 23.00-01.00: proses detoksin di bagian hati, harus dalam keadaan tertidur pulas agar hasil maksimal.

Pukul 01.00-03.00: proses detoksin di bagian empedu, berlangsung saat tidur.

Pukul 03.00-05.00:
proses detoksin di bagian paru-paru. Bagi penderita batuk, akan terjadi batuk. Karena proses pembersihan telah mencapai saluran pernapasan, tak perlu meminum obat batuk.

Pukul 05.00-07.00: proses detoksin di bagian usus besar, maka biasanya berasa ingin buang air.

Pukul 07.00-09.00:
masa penyerapan gizi makanan bagi usus kecil dan disarankan pada masa ini untuk sarapan. Makan sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan.

MUSTAFA SILALAHI