• Please, follow me in Twitter

Wednesday, March 9, 2011

HARVEST MOON

Pernah bermain Harvest Moon ? Harvest Moon itu suatu permainan yang berisi serangkaian simulasi kehidupan, atau tepatnya simulasi pertanian. Tujuannya untuk mempertahankan pertanian selama suatu periode waktu.

Semuanya dimulai dari modal dengkul, hingga kita berhasil memiliki sendiri tanaman dan ternak. Sekaligus juga membina relasi pertemanan dengan warga lain sampai relasi pribadi.

Tantangannya juga terletak pada bagaimana mengatur waktu, sehingga kita mempunyai cukup waktu untuk merawat tanaman dan ternak, dan melakukan kegiatan sosial lainnya. Bila tidak berhati2 maka kita akan kehabisan tenaga dan terkapar pingsan di saat sedang mencangkul sawah karena lupa waktu.

Yang ditanam adalah buah2an, sayur2an, bunga dan rempah2. Terkadang kita juga pergi memancing dan menambang sehingga mendapat keuntungan tambahan. Lumayan, kan.

Kadang saya berfikir, apakah di negara kita yang disebut agraris dan maritim ini, kita bisa menjalankan dan mempertahankan kehidupan dengan cara demikian ?

Maksud saya, masuk hutan dengan bermodal dengkul, untuk berusaha menemukan hasil2 hutan secara bertanggung jawab untuk dapat dijual. Bukankah kita mempunyai hutan yang cukup luas untuk dipergunakan bersama2, dan sekaligus dilestarikan bersama2. Sehingga kita tidak perlu berkelahi karena berebutan. Mengapa ? Karena kita masing2 tahu etika dan bertanggung jawab, serta tidak rakus. Maksud tidak rakus itu, karena bila sudah mapan - seperti halnya saya di 'Harvest Moon' - kita akan menumbuhkan sendiri penghidupan kita dari tanah pertanian, yang kita kelola sebaik2nya, dan tidak berebut hasil hutan lagi.

Selain itu sungai2 juga dapat dipancing dan ada ikannya yang tidak beracun atau keracunan. Tambang2 juga boleh digali dengan bebas namun bertanggung jawab, dan tidak perlu terkaget2 karena diacungkan senjata api karena dianggap melanggar wilayah pihak yang diberikan konsesi khusus tersebut.

Kehidupan memang dapat dibuat sangat aneh dan sulit, kalau kita memang hendak membuatnya menjadi demikian.

Seolah2 seperti kebohongan yang ditumpuk terus menerus, dan mengakibatkan kita dikelilingi oleh upaya2 (putus asa?) untuk menyumbat sumber kebenaran yang ditakuti, suatu kebenaran yang mungkin akan menimbulkan perubahan2 dan barangkali dianggap menghasilkan kehancuran. Sehingga seringkali orang2 mempertahankan diri dan kepentingannya dengan alasan mempertahankan integritas `dunia penampilan'.

Halah. Siapa yang mau mereka bohongi ?

Kehidupan ini terdiri dari dua kelompok, yaitu orang2 yang ingin mempertahankan system sebagaimana adanya, dan orang2 yang ingin memperbaikinya. Walaupun kelompok terakhir inipun terbagi lagi menjadi dua, yaitu kelompok orang2 yang akan tercerabut juga dari asal mula tujuannya dan menjadi sama dengan kelompok yang pertama tadi, dan kelompok orang2 yang benar2 mempunyai maksud dan hati yang jujur dan adil untuk memperbaiki kehidupan.

Nah, saya sedang menunggu orang2 demikian muncul, bukan hanya di Harvest Moon saja.

Akankah drama panjang pertarungan antara jiwa dan kesadaran ini akan berakhir, dan negara kita menjadi seperti yang digambarkan oleh Koes Plus dalam `Kolam Susu' - nya, yang untuk saat ini hanya dapat dinyanyikan sebagai hiasan kata belaka.

Kolam Susu (Koes Plus)

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Source: Yahoo Group 'Apresiasi Sastra"