• Please, follow me in Twitter

Wednesday, March 16, 2011

Biaya listrik kok jadi bengkak gene yah?

Biasanya biaya listrik yang aku bayar nggak sebanyak ini padahal di G8 (nama bagian podokanku yang terdiri dari beberapa kamar) ada dua kamar yang nggak ada penghuninya.

Sistem Pembayaran
Setiap kamar tidak memiliki memiliki meteran listrik sendiri-sendiri jadi satu meteran dipakai bersama. Jadi pembayaran listriknya patungan. Setiap alat elektronik dalam kamar yang dipakai punya tarif tersendiri-sendiri yang sudah ditentukan, misalnya rice cooker Rp.5k, laptop Rp.7k, TV Rp.5k, dan lainnya. Total biaya alat elektronik yak aku harus bayar bulan ini sebanyak Rp.19k. ditambah uang beban Rp.19k jadi totalnya Rp.38k naik Rp.7k dibanding bulan lalu.

Nah, yang aku heranin, uang beban yang selalu harus dibayar oleh semua penghuni pondokan bulan ini naik padahal ada dua kamar yang kosong gak dihuni sama empunya. Otomatis pemakaian listrik kan berkurang kan? Toh, saya yang pakai alat-alat elektronik tidak terlalu banyak--biasa aja--dan gak terlalu banyak frekuensinya.

Ada apa ini? Hah!